Kejari Kepulauan Sula Janji Lagi Massa Aksi Soal Kasus Masjid Annur Pohea

- Wartawan

Kamis, 30 November 2023 - 18:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejari Kepulauan Sula Immanuel Richendryhot saat Hearing dengan Massa Aksi. (Rakyatmu)

Kepala Kejari Kepulauan Sula Immanuel Richendryhot saat Hearing dengan Massa Aksi. (Rakyatmu)

RAKYATMU.COM – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sula, Maluku Utara Immanuel Richendryhot kembali berjanji kepada massa aksi yang tergabung dalam Front Pemuda dan Masyarakat Desa Pohea, bahwa pihaknya akan menyelesaikan kasus dugaan korupsi Masjid Annur Desa Pohea.

Pasalnya, Kejari masih berupaya mendatangkan tim ahli konstruksi untuk menganalisis terkait dugaan kasus korupsi tersebut.

Menurut dia, Kejari sudah melayangkan surat ke Universitas Khairun Ternate untuk mendatangkan tenaga ahli, namun belum direspon oleh pihak kampus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mempercepat kasus tersebut, kata dia, Kejari akan berkoordinasi dengan salah satu Universitas di Kota Manado untuk mendatangkan tenaga ahli konstruksi.

“Kalau waktunya, kami akan berusaha bisa secepatnya. Dan ketika tenaga ahli bisa datang maka kami akan kawal biar mereka bisa profesional,” kata Immanuel kepada massa aksi pada Kamis (30/11/2023).

Immanuel kembali berjanji akan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi Masjid An-Nur Desa Pohea, karena hingga kini pembangunan tersebut tidak bisa dimanfaatkan warga setempat.

BACA JUGA :  Buka Bimtek Anjab dan ABK, Sekda Kota Ternate: Kelola Pemerintahan Ibarat Timnas Spanyol

“Saya juga sadar dan tahu bahwa itu adalah tempat ibadah, maka dari itu kami akan terus usut hingga ada kejelasan. Tentu, sudah ada sejumlah saksi yang kami mintai keterangan,” jelasnya.

Terpisah, koordinator Front Pemuda dan Masyarakat Desa Pohea mendesak kepada pihak Kejari, agar serius dalam menangani kasus dugaan korupsi Masjid An-Nur Desa Pohea yang telah menelan anggaran kurang lebih Rp 4,5 Miliar.

“Kami minta pihak kejaksaan tidak main-main dengan kasus ini. Sebab, ini menyangkut rumah ibadah bagi umat muslim yang hingga kini tidak bisa dinikmati oleh warga,” ujarnya.

Bahkan, Junaidi meminta kepada Kejaksaan Tinggi Maluku Utara segera mengevaluasi Kepala Kejari Kepulauan Sula. Sebab ia menilai kinerjanya sangat lambat menangani dugaan kasus korupsi Masjid An-Nur Pohea.

“Dengan tegas kami meminta kepada pihak Kejaksaan Tinggi segera mengevaluasi kepala kejaksaan negeri Kepulauan yang dianggap tidak becus menangani perkara dugaan korupsi di Kepulauan Sula termasuk Masjid Annur Desa Pohea,” tandasnya.

BACA JUGA :  Polres Kepulauan Sula Menunggu Laporan Dugaan Jual Beli Besi Tua, Sanksinya Bisa 7 Tahun Penjara

Sekedar diketahui, pembangunan Masjid An-Nur Desa Pohea dikerjakan selama lima tahun, namun tidak juga rampung.

Tahap satu, dikerjakan oleh CV. Ira Tunggal Bega dengan Nilai Kontrak Rp 488.427.000 yang bersumber dari APBD Tahun 2015, adapun uraian pekerjaan, yakni Pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Tanah dan Pondasi dan Pekerjaan Beton.

Tahap dua, dikerjakan oleh CV. Sarana Mandiri dengan Nilai Kontrak Rp 489.586.000,00 yang bersumber dari APBD Tahun 2016.

Tahap tiga, dikerjakan oleh CV. Sarana Mandiri dengan nilai kontrak Rp 999.973.977,76 melalui APBD Tahun 2017 dengan urain pekerjaan, yakni Pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Beton, Pekerjaan Dinding dan Plesteran dan Pekerjaan Kusen Pintu dan Jendela.

Tahap empat dikerjakan oleh CV. Sarana Mandiri dengan nilai kontrak Rp 1.959.904.793,00 yang bersumber dari APBD Tahun 2018.

Tahap kelima, dikerjakan oleh CV. Dwiyan Pratama dengan nilai kontrak Rp 299.938.983,05 melalui APBD Tahun 2019, dengan Uraian Pekerjaan yaitu, Pekerjaan Pendahuluan, Pekerjaan tanah dan Pasir. (**)

Penulis : Karman Samuda

Editor : Diman Umanailo

Berita Terkait

Lasidi Leko dan Puang Ditetapkan DPO dalam Kasus BTT Kepulauan Sula
Mahasiswa Sula Dipukul Usai Bentangkan Poster Tolak Tambang di Kongres HPMS
Menanti Nyali Kejari Kepulauan Sula, Kapan Puang dan Lasidi Ditahan?
Kuat Dugaan Polres Taliabu Lindungi Aktivitas Galian C, Lifinus: Polda Harus Turun Tangan
Kasus Kriminal Turun Selama Tahun 2025, Kapolres Pulau Taliabu Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas
Dana Hibah KPU Tidore Diusut Jaksa, Akhir Januari Diumumkan
Tersangka Korupsi BTT Sula Harus Dijemput Paksa
14 Tahanan Lapas Ternate Terima Remisi Nataru

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:39 WIT

Lasidi Leko dan Puang Ditetapkan DPO dalam Kasus BTT Kepulauan Sula

Senin, 12 Januari 2026 - 09:51 WIT

Mahasiswa Sula Dipukul Usai Bentangkan Poster Tolak Tambang di Kongres HPMS

Sabtu, 3 Januari 2026 - 15:47 WIT

Menanti Nyali Kejari Kepulauan Sula, Kapan Puang dan Lasidi Ditahan?

Kamis, 1 Januari 2026 - 17:14 WIT

Kuat Dugaan Polres Taliabu Lindungi Aktivitas Galian C, Lifinus: Polda Harus Turun Tangan

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:30 WIT

Kasus Kriminal Turun Selama Tahun 2025, Kapolres Pulau Taliabu Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Rabu, 31 Desember 2025 - 15:32 WIT

Dana Hibah KPU Tidore Diusut Jaksa, Akhir Januari Diumumkan

Rabu, 24 Desember 2025 - 15:00 WIT

Tersangka Korupsi BTT Sula Harus Dijemput Paksa

Rabu, 17 Desember 2025 - 13:37 WIT

14 Tahanan Lapas Ternate Terima Remisi Nataru

Berita Terbaru