Sering Kedapatan Bawa Miras, Polisi Bakal Periksa Nahkoda KM Permata Obi

- Wartawan

Selasa, 26 November 2024 - 15:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KM Permata Obi di Pelabuhan Sanana. (Rakyatmu)

KM Permata Obi di Pelabuhan Sanana. (Rakyatmu)

RAKYATMU.COM – Polres Kepulauan Sula bakal memanggil dan memeriksa nahkoda KM Permata Obi. Pemeriksaan itu menyusul KM Permata Obi berulang kali kedapatan membawa minuman keras.

Terbaru, TNI/Polri beserta tokoh masyarakat berhasil menyita ratusan botol miras jenis cap tikus saat razia dilakukan di Pelabuhan Sanana. Menurut polisi, ratusan botol miras yang disita itu diduga dibawa dari Kota Manado, Sulawesi Utara.

Kapolres Kepulauan Sula AKBP Kodrat Muh Hartanto mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali memberikan peringatan, akan tetapi miras masih tetap ditemukan. Karena itu, polisi akan memeriksa nakhoda KM Permata Obi.

“Kami sudah imbau agar tidak lagi mambawa masuk tapi tetap masih saja ditemukan. Nanti kita minta pertanggung jawaban dari pihak kapal, kenapa sebanyak ini bisa lolos. Jika terbukti terlibat, saya berikan sanksi yang tegas,” ujar Kondrat, Selasa (26/11/2024).

Terpisah, nahkoda KM Permata Obi, Mansur Lakada menyebutkan, penyeludupan miras ke KM Pertama Obi dilakukan anak buah kapal (ABK).

Kendati demikian, Mansur mengaku belum mengetahui oknum ABK yang sering meloloskan miras ke dalam kapal dan diperjualbelikan di Kabupaten Kepulauan Sula.

“Saya jujur-jujur saja, itu ABK kapal, tidak mungkin penumpang. Siapa pun itu, sekali pun anak buah saya, saya akan ambil tindakan. Jika diketahui oknumnya, pasti di pecat,” tegas Mansur.

BACA JUGA :  Seorang Ibu Muda di Tidore Ditangkap Gegara Bawa Ganja 59 Bungkus 

Mansur menyebutkan, sejak pertama kali KM Pertama Obi resmi beroperasi, pihaknya telah membuat surat pernyataan bagi ABK. Kesepakatan itu telah disepakati dan tidak boleh dilanggar.

“Mulai dari kapal ini jalan pertama itu kami sudah bikin surat pernyataan bahwa tidak membawa minuman keras maupun apa saja. Itu tidak di izinkan. Apabila kedapatan harus ditindak. Karena kami sudah buat surat pernyataan mulai dari meterai 6 ribu, 10 ribu hingga 12 ribu,” ungkap Mansur.(**)

Penulis : Aryanto

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Majelis Hakim Diminta Objektif Jatuhkan Vonis Setimpal Terhadap Tiga Terdakwa Korupsi BTT Sula
Aliong Mus Resmi Ditahan Terkait Kasus Korupsi Isda Taliabu
Fakta Persidangan: Aliong Mus Terima Rp7,5 Miliar dalam Kasus Korupsi Isda Taliabu
Korupsi BMHP Miliaran Rupiah di Kepulauan Sula Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara
Aliong Mus Diduga Gunakan Uang Korupsi Proyek Isda Taliabu untuk Ibadah Umrah
Sikap Bungkam Kejati Malut Soal Penahanan Tersangka Aliong Mus Jadi Curiga!
Ada Apa dengan Kejati Maluku Utara? Tersangka Aliong Mus Masih Berkeliaran
Sejauh Ini JPU Belum Tetapkan Pejabat Sula Diduga Terlibat Korupsi BTT Sebagai Tersangka

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 22:45 WIT

Majelis Hakim Diminta Objektif Jatuhkan Vonis Setimpal Terhadap Tiga Terdakwa Korupsi BTT Sula

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:17 WIT

Aliong Mus Resmi Ditahan Terkait Kasus Korupsi Isda Taliabu

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:14 WIT

Fakta Persidangan: Aliong Mus Terima Rp7,5 Miliar dalam Kasus Korupsi Isda Taliabu

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:46 WIT

Korupsi BMHP Miliaran Rupiah di Kepulauan Sula Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:50 WIT

Aliong Mus Diduga Gunakan Uang Korupsi Proyek Isda Taliabu untuk Ibadah Umrah

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:40 WIT

Sikap Bungkam Kejati Malut Soal Penahanan Tersangka Aliong Mus Jadi Curiga!

Senin, 1 Juni 2026 - 21:21 WIT

Ada Apa dengan Kejati Maluku Utara? Tersangka Aliong Mus Masih Berkeliaran

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:28 WIT

Sejauh Ini JPU Belum Tetapkan Pejabat Sula Diduga Terlibat Korupsi BTT Sebagai Tersangka

Berita Terbaru